Halaman

Selasa, 08 November 2011

Peran Pemasaran dalam Perusahaan & Masyarakat





1. Pengertian Pemasaran



Ada beberapa definisi mengenai pemasaran menurut beberapa ahli, diantaranya adalah berikut ini :
  1. Philip Kotler pemasaran adalah kegiatan manusia yang diarahkan untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan melalui proses pertukaran.
  2. Philip Kotler dan Amstrong pemasaran adalah sebagai suatu proses sosial dan managerial yang membuat individu dan kelompok memperoleh apa yang mereka butuhkan dan inginkan lewat penciptaan dan pertukaran timbal balik produk dan nilai dengan orang lain.
  3. W Stanton pemasaran adalah sistem keseluruhan dari kegiatan usaha yang ditujukan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan dan mendistribusikan barang dan jasa yang dapat memuaskan kebutuhan pembeli maupun pembeli potensial.





2. Pengertian Manajemen Pemasaran

Manajemen pemasaran berasal dari dua kata yaitu manajemen dan pemasaran. Menurut Kotler dan Armstrong pemasaran adalah analisis, perencanaan, implementasi, dan pengendalian dari program-program yang dirancang untuk menciptakan, membangun, dan memelihara pertukaran yang menguntungkan dengan pembeli sasaran untuk mencapai tujuan perusahaan.Sedangakan manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pengawasan.

Jadi dapat diartikan bahwa Manajemen Pemasaran adalah analisis, perencanaan, penerapan, dan pengendali program yang dirancang untuk menciptakan, membangun, dan mempertahankan pertukaran yang menguntungkan dengan pasar sasaran dengan maksud untuk mencapai tujuan-tujuan organisasi.



3. Peran Pemasaran dalam Organisasi

Menurut Webster Jr, Peran pemasaran bisa dilihat dari 2 tipe, yaitu:
  • Jenjang Organisasional, berkaitan dengan peran pemasaran sebagai kultur, sebagai strategi dan sebagai taktik. Jenjang organisasi dibagi menjadi 3, yaitu :
  1. Korporite, bertujuan untuk membangun kultur perusahaan, dengan kata lain pemasaran sebagai kultur atau budaya. Artinya, lebih mengutamakan nilai-nilai dan keyakinan dasar berkaitan dengan kepentingan pokok pelanggan.
  2. Unit bisnis strategis, sering disebut pemasaran stategik. Menentukan bagaimana bersaing dengan para pesaing bisnis tertentu dan memutuskan dengan siapa, kapan dan bagaimana cara menggalang kemitraan.
  3. Operasional atau fungsional, pada jenjang ini, yang diutamakan adalah taktik.

  • Jenjang Manajerial, berkaitan dengan peranan manajeman pemasaran dalam mengimplemantasikan fungsi-fungsi manajeman yang di dukung oleh keterampilan manajemen tertentu yang di perlukan untuk menunjang kelancaran proses manajemen. Jenjang manajerial dibagi menjadi 3, yaitu :
  1. Manajemen Puncak, bertugas sebagai pusat pemantau, pengambil keputusan akhir, dan pengendali. Manajemen puncak harus memiliki kemampuan konseptual dan sedikit keterampilan teknis.
  2. Manajemen Menengah, bertugas sebagai pemberi informasi/wakil anggota, harus memiliki kemampuan konseptual lebih banyak.
  3. Manajemen Bawah, bertugas sebagai simbol andalan, pemimpin dan penghubung, harus lebih banyak memiliki kemampuan teknis.



4. Konsep Pemasaran

Konsep pemasaran mengatakan bahwa kunci untuk mencapai tujuan organisasi terdiri dari penentuan kebutuhan dan keinginan pasar sasaran serta memberikan kepuasaan yang diharapkan secara lebih efektif dan efisien dibandingkan para pesaing.

Konsep pemasaran yang telah diungkapkan dengan berbagai cara:
  1. Temukan keinginan pasar dan penuhilah.
  2. Buatlah apa yang dapat dijual dan jangan berusaha menjual apa yang dapat dibuat.
  3. Cintailah pelanggan, bukan produk anda.
  4. Lakukanlah menurut cara anda (Burger king)
  5. Andalah yang menentukan (United Airlines)
  6. Melakukan segalanya dalam batas kemampuan untuk menghargai uang pelanggan yang sarat dengan nilai, mutu dan kepuasan (JC. Penney).

Dalam pemasaran terdapat enam konsep yang merupakan dasar pelaksanaan kegiatan pemasaran suatu organisasi yaitu:
  1. Konsep produksi, konsep ini berpendapat bahwa konsumen akan menyukai produk yang tersedia dimana-mana dan harganya murah. Konsep ini berorientasi pada produksi dengan mengerahkan segenap upaya untuk mencapai efesiensi produk tinggi dan distribusi yang luas. Disini tugas manajemen adalah memproduksi barang sebanyak mungkin, karena konsumen dianggap akan menerima produk yang tersedia secara luas dengan daya beli mereka.
  2. Konsep produk, konsep ini mengatakan bahwa konsumen akan menyukai produk yang menawarkan mutu, performansi dan ciri-ciri yang terbaik. Tugas manajemen disini adalah membuat produk berkualitas, karena konsumen dianggap menyukai produk berkualitas tinggi dalam penampilan dengan ciri – ciri terbaik.
  3. Konsep penjualan, konsep ini berpendapat bahwa konsumen, dengan dibiarkan begitu saja, organisasi harus melaksanakan upaya penjualan dan promosi yang agresif.
  4. Konsep pemasaran, konsep ini mengatakan bahwa kunsi untuk mencapai tujuan organisasi terdiri dari penentuan kebutuhan dan keinginan pasar sasaran serta memberikan kepuasan yang diharapkan secara lebih efektif dan efisien dibandingkan para pesaing.
  5. Konsep pemasaran sosial, konsep ini berpendapat bahwa tugas organisasi adalah menentukan kebutuhan, keinginan dan kepentingan pasar sasaran serta memberikan kepuasan yang diharapkan dengan cara yang lebih efektif dan efisien daripasda para pesaing dengan tetap melestarikan atau meningkatkan kesejahteraan konsumen dan masyarakat.
  6. Konsep Pemasaran Globalada konsep ini, manajer eksekutif berupaya memahami semua faktor-faktor lingkungan yang mempengaruhi pemasaran melalui manajemen strategis yang mantap. tujuan akhirnya adalah berupaya untuk memenuhi keinginan semua pihak yang terlibat dalam perusahaan.



5. Tanggung-jawab Manajer Pemasaran dalam Perusahaan

Tanggung-jawab manajer pemasaran dalam perusahaan adalah sebagai berikut :
  1. Merencanakan strategi pemasaran,
  2. Mengadakan pembinaan dan pengembangan jalur pemasaran,
  3. Menyelenggarakan riset pasar,
  4. Mengupayakan dan memenuhi undangan tender yang didapat,
  5. Mengkoordinasikan proses penawaran dengan fungsi terkait,
  6. Menyajikan informasi harga perkiraan dari pemilik/pesaing,
  7. Melaksanakan penerapan sistem manajemen mutu yang dikembangkan perusahaan,
  8. Membina fungsi di lingkungannya dan SDM yang menjadi tanggung jawabnya sesuai dengan arah perkembangan perusahaan,
  9. Melaksanakan koordinasi dengan pihak eksternal yang terkait dengan fungsi pemasaran dalam rangka upaya optimalisasi perolehan pesanan, undangan tender,
  10. Evaluasi tender yang kalah dan kondisi pasar



6. Peran Pemasaran dalam Masyarakat

Secara umum pemasaran adalah kegiatan pemasar untuk menjalankan bisnis (profit atau nonprofit) untuk memenuhi kebutuhan pasar dengan barang atau jasa, menetapkan harga, mendistribusikan, serta mempromosikan melalui proses pertukaran agar memuaskan.

Tapi dalam masyarakat, pemasaran adalah area bisnis organisasi yang berinteraksi dengan masyarakat yang interaksinya ditentukan oleh pemasar.

Orang mungkin berpendapat bahwa dalam masyarakat yang berorientasi pasar,pemasaran melayani tujuan yang diperlukan menawarkan produk dan layanan yang akan membantu unit individu masyarakat untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan masyarakat.

Masyarakat mempunyai kebutuhan terhadap peningkatan kualitas kehidupannya yang semakin baik di masa kemudian. Masyarkat sebagai pihak eksternal merupakan sasaran pemasaran produsen dalam lingkup makro. Kualitas kehidupan secara makro yang lebih baik dapat diciptakan dan tersebar dalam masyarkat. Usaha-usaha tersebut merupakan kegiatan pemasaran makro-eksternal yang sering disebut pemasaran makro.Pemasaran makro adalah proses penyebaran dan pengembangan kualitas hidup masyarakat.

Perekonomian akan semakin berkembang apabila arus barang mengalir lancar dari produsen ke konsumen. Peningkatan kegiatan masyarakat produsen dan kesinambungan antara permintaan masyarakat konsumen dan penawaran masyarakat produsen.

Pemasaran saat ini menempatkan fokus yang kuat pada pemasaran berorientasi pelanggan. Pemasaran berperan penting dalam masyarakat dan mempengaruhi kehidupan sehari-hari, menawarkan peluang yang luar biasa sebagai profesional. Pemasaran yang memberikan peluang karir juga ada dalam organisasi non bisnis, seperti rumah sakit, museum, universitas, pemerintah dan lembaga pelayanan sosial.



7. Tanggung-jawab Sosial

Tanggung jawab sosial atau corporate social responsibility (CSR) secara hakiki, sebuah korporasi tidak hanya merupakan suatu unit kegiatan ekonomistik manusia, melainkan juga suatu unit aksi, maka dengan sendirinya juga merupakan unit sosial. Sebagai unit sosial, sebuah perusahaan merupakan suatu relasi aksi baik secara internal maupun secara eksternal di dalamnya kepentingan semua pihak menyatu dalam satu kepentingan tunggal, peningkatan taraf hidup melalui maximizing profit. Perwujudan tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responcibility mengandaikan adanya sumber daya yang andal, kegiatan yang terprogram dan orientasi yang jelas. Sumber daya yang diandalkan itu tentu sumber daya human atau SDM yang memiliki kompetisi profesional yang memadai dilengkapi komitmen dan loyalitas yang tinggi.

Salah satu wujud konkret dari tujuan CSR adalah peningkatan kesejahteraan masyarakat baik secara internal maupun secara eksternal pada tataran masyarakat. Menurut The World Business Council for Sustainable Development (TWBCSD) tanggung jawab sosial adalah terus komitnya para pelaku bisnis untuk berperilaku etis dan berkontribusi aktual demi mengembangkan ekonomi dengan cara meningkatkan kualitas kehidupan para pekerja dan keluarganya, masyarakat disekitar perusahaan, dan masyarakat luas.



Sikap konsumen terhadap perusahaan yang dinilai tidak melakukan CSR adalah ingin "menghukum" sebesar 40% dan 50% tidak akan membeli produk dari perusahaan yang bersangkutan dan/atau bicara kepada orang lain tentang kekurangan perusahaan tersebut.



8. Dimensi Tanggung-jawab Perusahaan

Ada 4 hal yang perlu diperhatikan dalam dimensi tanggung-jawab perusahaan, diantaranya adalah sebagai berikut :
  1. Mendapatkan laba
  2. Memperhatikan kesejahteraan karyawan
  3. Memelihara lingkungan fisik
  4. Kondisi masyarkat di sekitar peruahaan 



9. Konsumerisme

Konsumerisme sering kali diartikan sebagai konsumtivisme. Padahal 2 hal tersebut memiliki makna yang berbeda.

Konsumerisme adalah gerakan konsumen yang mempertanyakan kembali dampak-dampak aktivitas pasar bagi konsumen akhir. Dalam pengertian yang lebih luas, istilah konsumerisme dapat diartikan sebagai gerakan yang memperjuangkan kedudukan yang seimbang antara konsumen, pelaku usaha, negara, dan gerakan yang tidak sekedar melingkupi isu kehidupan sehari-hari mengenai produk harga naik atau kualitas buruk, termasuk hak asasi manusia berikut dampaknya bagi konsumen.

Dalam kamus bahasa Inggris-Indonesia kontemporer (Peter Salim, 1996), konsumerisme adalah cara melindungi public dengan memberitahukan kepada mereka tentang barang-barang yang berkualitas buruk, tidak aman dipakai, dan sebagainya. Selain itu, arti kata ini adalah pemakaian barang dan jasa.



10. Pemasaran dalam Lingkungan yang Berubah



Dalam pengambilan keputusan untuk mencapai tujuan jangka panjang atau jangka pendeknya pemasar perlu memperhatikan  kepentingan masyarakat dan faktor lingkungan lain yang telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan.

Berikut adalah faktor- faktor lingkungan makro ekstern :
  1. Demografi,
  2. Kondisi ekonomi,
  3. Faktor sosial,
  4. Faktor politik dan hukum,
  5. Teknologi,
  6. Persaingan,
  7. Lingkungan fisik, dan
  8. Lingkungan budaya

Sumber:
Chrysanti Hasibuan-Sedyono, MIM; staf senior Lembaga Manajemen PPM, Asisten Dirut - External Relations PPM; pada situs PPM






Tidak ada komentar:

Posting Komentar